I. Informasi Umum
| Nama Penyusun |
Ika Noor Hidayati, S.Pd. Gr. |
| Satuan Pendidikan |
SDLB Negeri |
| Mata Pelajaran |
Pendidikan Pancasila |
| Fase / Kelas / Semester |
Fase C / VI (Enam) / I (Ganjil) |
| Kekhususan Peserta Didik |
Tunarungu (Hambatan Pendengaran) |
| Alokasi Waktu |
4 JP (2 Pertemuan x 2 JP @ 30 Menit) |
| Judul Modul / Topik |
Modul 2: Indahnya Bermusyawarah (Sila ke-4 dalam Praktik) |
A. Profil Pelajar Pancasila
- Gotong Royong: Mampu bekerja sama melaksanakan simulasi musyawarah kelompok secara tertib.
- Bernalar Kritis: Belajar memilih opsi dan memberikan alasan visual yang sederhana terhadap pilihannya.
- Kreatif: Menggunakan media kartu isyarat/ekspresi untuk menunjukkan persetujuan atau ketidaksetujuan dengan sopan.
B. Sarana dan Prasarana (Akomodasi Tunarungu)
Pemberitahuan Khusus Media Visual Musyawarah:
- Papan Musyawarah Kelas (Papan tempel untuk menempatkan kartu pilihan/voting).
- Kartu Pendapat / Kartu Opsi Pilihan (Misal: Gambar sapu, kemoceng, ember untuk musyawarah pembagian tugas kelas).
- Kartu Respon Komunikasi Visual: Kartu Hijau (Setuju / Seiya-sekata) dan Kartu Merah (Tidak Setuju / Punya pendapat lain).
- Video simulasi musyawarah sederhana (dilengkapi bahasa isyarat dan teks).
II. Komponen Inti
A. Capaian Pembelajaran & Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Capaian Elemen Pancasila: Peserta didik mampu berpartisipasi dalam musyawarah kelas dan menghargai pendapat orang lain sebagai wujud implementasi nilai Pancasila.
- Tujuan Pembelajaran Modul 2:
- Siswa mampu melaksanakan musyawarah kelas untuk mencapai keputusan bersama melalui metode bermain peran (*Role-Playing*) secara tertib.
- Siswa mampu menunjukkan sikap menghargai pendapat orang lain selama proses musyawarah kelas dengan bantuan media visual respon secara tepat.
B. Pemahaman Bermakna
Bermusyawarah artinya berkumpul untuk memilih dan memutuskan sesuatu bersama-sama. Kita harus tertib menunggu giliran berbicara/isyarat dan tetap tersenyum ramah meskipun pilihan teman berbeda dengan pilihan kita.
C. Pertanyaan Pemantik (Berbasis Isyarat dan Visual)
- (Guru menunjukkan dua gambar pilihan bekal: Gambar Apel vs Gambar Pisang) → "Jika satu kelas harus memilih satu buah saja untuk makan bersama, bagaimana cara kita menentukannya?"
- "Jika pendapatmu tidak terpilih oleh teman-teman, apakah kamu boleh marah atau menangis?"
III. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1: Mengenal Musyawarah dan Menghargai Teman (2 JP)
- Kegiatan Awal (10 Menit):
- Guru mengondisikan barisan bangku berbentuk huruf "U" agar semua siswa dapat saling bertatap muka dan melihat isyarat satu sama lain secara jelas (*Clear Line of Sight*).
- Guru menyampaikan tujuan belajar hari ini tentang "Musyawarah" menggunakan gerakan visual berkumpul dan berdiskusi.
- Kegiatan Inti (40 Menit):
- Mengamati: Siswa menonton video pendek simulasi musyawarah pemilihan ketua kelas yang ramah isyarat. Guru menjeda video untuk menunjukkan momen siswa menghargai temannya yang sedang maju di depan.
- Menalar: Guru menjelaskan konsep "Pendapat" (Keinginan diri) dan konsep "Menghargai" (Tidak marah kalau kalah). Guru melatih siswa menggunakan isyarat baku kata tersebut.
- Mencoba: Siswa berlatih mengekspresikan sikap menerima pendapat dengan mengangkat **Kartu Hijau** tanda menghormati isyarat teman di depan kelas.
- Kegiatan Penutup (10 Menit):
- Guru melakukan refleksi visual mengenai hal apa saja yang tidak boleh dilakukan saat musyawarah (seperti memalingkan muka atau cemberut).
Pertemuan 2: Praktik Musyawarah Kelas / Role-Playing (2 JP)
- Kegiatan Awal (10 Menit):
- Guru mengingatkan kembali posisi duduk huruf "U" dan aturan komunikasi musyawarah (angkat tangan terlebih dahulu sebelum memberikan isyarat).
- Kegiatan Inti (40 Menit):
- Orientasi Masalah Visual: Guru menempelkan masalah di papan: "Memilih Menu Camilan Kelas Pekan Depan (Pilihan A: Roti, Pilihan B: Biskuit)".
- Eksplorasi & Praktik (Role Play): Setiap siswa diberikan giliran maju satu per satu ke tengah lingkaran untuk menempelkan kartu namanya di bawah gambar menu pilihan mereka serta memberikan isyarat alasan pendek (Misal: "Saya suka roti lembut").
- Melatih Toleransi: Ketika hasil voting dihitung dan ternyata Pilihan A yang menang, guru membimbing siswa yang memilih Pilihan B untuk bersalaman dengan teman-teman dan menunjukkan **Kartu Hijau** sebagai simbol menghargai keputusan bersama.
- Kegiatan Penutup (10 Menit):
- Guru memberikan penguatan moral bahwa keputusan musyawarah adalah keputusan kelas yang wajib ditaati bersama dengan gembira.
- Tepuk tangan visual bersama.
IV. Lampiran & Asesmen
A. Panduan Alur Praktik Musyawarah Visual
| Tahapan |
Langkah Kerja Siswa |
Media & Dukungan Visual |
Indikator Perilaku Baik |
| Tahap 1 |
Mengajukan Pendapat |
Mengangkat tangan tegak, maju ke tengah, memberikan isyarat pilihan gambar menu/tugas. |
Percaya diri, kontak mata jelas, isyarat terstruktur. |
| Tahap 2 |
Mendengarkan Teman |
Mata fokus melihat ke arah teman yang sedang berisyarat di tengah lingkaran duduk. |
Tidak memalingkan muka, tidak mengobrol/berisyarat sendiri saat teman di depan. |
| Tahap 3 |
Pengambilan Keputusan |
Melakukan voting visual menempel kartu nama di bagan pilihan papan tulis. |
Jujur, tertib mengantre giliran menempelkan kartu nama. |
| Tahap 4 |
Menerima Hasil |
Bersalaman massal secara visual, mengangkat Kartu Hijau persetujuan bersama. |
Tersenyum, menerima lapang dada meskipun pilihannya tidak menang. |
B. Rubrik Asesmen Performa Musyawarah Kelas (Tunarungu)
| Kriteria Penilaian |
Skor 3 (Sangat Baik) |
Skor 2 (Cukup) |
Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
| Pelaksanaan Musyawarah (Tertib & Alur) |
Mengikuti seluruh tahapan musyawarah (antre, angkat tangan, voting) secara tertib tanpa intervensi guru. |
Mampu mengikuti alur musyawarah namun sesekali perlu diingatkan guru untuk bersabar mengantre. |
Belum tertib, menyerobot giliran teman, atau enggan ikut menempelkan kartu pilihan. |
| Menghargai Pendapat Orang Lain |
Fokus memperhatikan isyarat teman, memberikan respon positif (senyum/kartu hijau) terhadap keputusan akhir. |
Memperhatikan teman berisyarat, namun sempat menunjukkan gestur cemberut saat pilihannya kalah. |
Acuh tak acuh, memalingkan muka saat teman presentasi, atau marah/protes visual saat pilihannya tidak terpilih. |
| Efektivitas Komunikasi Visual |
Mampu menyampaikan isyarat pilihan dan alasan sederhana dengan artikulasi gestur yang jelas dipahami kelas. |
Menyampaikan pilihan dengan jelas, namun membutuhkan bantuan guru untuk mengisyaratkan alasannya. |
Hanya menunjuk gambar tanpa ada upaya komunikasi isyarat atau gestur yang bermakna. |