I. Informasi Umum
| Nama Penyusun |
Ika Noor Hidayati, S.Pd. Gr. |
| Satuan Pendidikan |
SDLB Negeri |
| Mata Pelajaran |
Pendidikan Pancasila |
| Fase / Kelas / Semester |
Fase C / VI (Enam) / I (Ganjil) |
| Kekhususan Peserta Didik |
Tunarungu (Hambatan Pendengaran) |
| Alokasi Waktu |
4 JP (2 Pertemuan x 2 JP @ 30 Menit) |
| Judul Modul / Topik |
Modul 3: Keadilan untuk Semua (Implementasi Sila ke-5 di Sekolah) |
A. Profil Pelajar Pancasila
- Berkeadilan Sosial: Mampu mempraktikkan pembagian tugas secara merata tanpa membeda-bedakan teman.
- Mandiri: Bertanggung jawab menyelesaikan tugas kebersihan/peran yang telah dibagikan secara adil.
- Gotong Royong: Menghargai hak dan kewajiban diri serta orang lain di lingkungan kelas.
B. Sarana dan Prasarana (Akomodasi Tunarungu)
Pemberitahuan Kebutuhan Media Konkret & Visual:
- Benda konkret/nyata (Misal: 10 buah buku tulis atau 12 pensil warna) untuk simulasi pembagian adil.
- Neraca/Timbangan Mainan Visual (Sebagai simbol keseimbangan hak dan kewajiban).
- Kartu Gambar "Hak Siswa" (Mendapat pelajaran, bermain di lapangan, kelas bersih) dan "Kewajiban Siswa" (Belajar piket, mendengarkan guru, merapikan mainan).
- Lembar kerja mencocokkan visual dengan garis tebal.
II. Komponen Inti
A. Capaian Pembelajaran & Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Capaian Elemen Pancasila: Peserta didik mampu mengidentifikasi serta mempraktikkan hak dan kewajiban secara seimbang serta bersikap adil sesama teman di sekolah.
- Tujuan Pembelajaran Modul 3:
- Siswa mampu mendemonstrasikan pembagian benda secara adil (sama rata) berdasarkan konsep visual Sila ke-5 secara mandiri.
- Siswa mampu membedakan antara perilaku "Adil" dan "Tidak Adil" melalui metode analisis gambar pilihan secara tepat.
B. Pemahaman Bermakna
Adil berarti memberikan sesuatu sesuai dengan porsinya atau membagi sama rata. Di kelas, bersikap adil berarti mau berteman dengan siapa saja, berbagi barang secara merata, serta seimbang melaksanakan hak dan kewajiban.
C. Pertanyaan Pemantik (Berbasis Kontras Visual)
- (Guru menunjukkan 2 buah donat ke Siswa A dan tidak memberikan apa pun ke Siswa B) → "Lihat ini, apakah perbuatan guru seperti ini adil?"
- "Jika kamu memiliki 4 buah permen dan ada 2 orang teman di dekatmu, bagaimana cara kamu membaginya agar adil?"
III. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1: Konsep Adil Berbagi dan Simbol Sila ke-5 (2 JP)
- Kegiatan Awal (10 Menit):
- Guru menyapa siswa dengan isyarat selamat pagi dan mengajak berdoa secara visual.
- Guru menunjukkan lambang **Padi dan Kapas** (Sila ke-5) serta mengenalkan isyarat dasarnya: "Keadilan Sosial".
- Kegiatan Inti (40 Menit):
- Mengamati: Guru meletakkan 8 buah penghapus di meja. Guru meminta seorang siswa maju untuk membagikannya kepada 4 orang teman di baris depan.
- Menalar: Guru memandu siswa menghitung secara visual: Masing-masing anak mendapatkan **2 penghapus**. Guru memperagakan isyarat kata "Sama" dan "Adil".
- Mencoba: Secara bergantian, siswa berlatih membagi benda konkret (pensil/buku) yang disediakan guru agar setiap anggota kelompok mendapatkan jumlah yang sama persis tanpa ada yang dikurangi.
- Kegiatan Penutup (10 Menit):
- Refleksi visual: Guru meminta siswa menunjukkan gestur jempol ke atas jika pembagiannya adil, dan jempol ke bawah jika ada teman yang sengaja dikurangi jatahnya.
Pertemuan 2: Hak dan Kewajiban yang Seimbang (2 JP)
- Kegiatan Awal (10 Menit):
- Guru mengondisikan siswa agar fokus melihat ke depan (papan tulis).
- Guru menampilkan miniatur timbangan mainan untuk memvisualisasikan keseimbangan.
- Kegiatan Inti (40 Menit):
- Eksplorasi Media Visual: Guru menempelkan kartu bergambar di sisi kiri timbangan (Gambar anak menerima buku pelajaran/Hak) dan kartu di sisi kanan timbangan (Gambar anak menyapu kelas/Kewajiban).
- Analisis Kasus Visual: Guru memperagakan cerita pendek: "Soni ingin bermain di lapangan sekolah (Hak), tetapi Soni tidak mau ikut piket menyapu (Kewajiban)". Guru membuat posisi timbangan miring/tidak seimbang.
- Konfirmasi Perilaku: Siswa diajak meluruskan timbangan dengan menempelkan tugas kewajiban Soni sehingga timbangan seimbang kembali. Siswa mempraktikkan isyarat "Seimbang" dan "Adil".
- Kegiatan Penutup (10 Menit):
- Kesimpulan bersama: Kita harus melaksanakan kewajiban terlebih dahulu sebelum menuntut hak kita di sekolah. Bersalaman dengan gembira.
IV. Lampiran & Asesmen
A. Panduan Praktik Keadilan dan Pembagian Konkret
| Tugas Praktik |
Aktivitas Siswa |
Dukungan Akomodasi Visual |
Target Sikap Pancasila |
| Tugas 1 |
Membagi paket alat tulis kelompok. |
Benda konkret (buku/spidol) dihitung bersama secara visual di meja bundar. |
Akurat, jujur, membagi tanpa pilih kasih. |
| Tugas 2 |
Mengelompokkan gambar Hak & Kewajiban. |
Bagan klasifikasi warna (Warna Biru = Hak, Warna Kuning = Kewajiban). |
Bernalar kritis, mampu membedakan peran diri. |
| Tugas 3 |
Simulasi Pembagian Tugas Piket. |
Papan jadwal dengan foto/nama siswa yang bisa ditempel secara merata. |
Kerja sama, menerima tanggung jawab kelompok. |
B. Rubrik Asesmen Praktik Bersikap Adil (Sila ke-5)
| Kriteria Penilaian |
Skor 3 (Sangat Baik) |
Skor 2 (Cukup) |
Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
| Ketepatan Konsep Pembagian Adil |
Mampu membagi objek konkret sama rata kepada teman kelompok secara mandiri dan akurat tanpa sisa yang disembunyikan. |
Mampu membagi objek dengan adil namun memerlukan 1-2 kali koreksi atau arahan dari guru dalam menghitung ulang. |
Membagi objek secara acak, mengambil jatah lebih banyak untuk diri sendiri, atau enggan berbagi. |
| Pemahaman Hak dan Kewajiban |
Mampu memilah seluruh kartu gambar Hak dan Kewajiban di papan klasifikasi secara tepat tanpa kekeliruan. |
Mampu memilah kartu gambar, tetapi masih tertukar 1 atau 2 gambar antara kategori Hak dan Kewajiban. |
Belum memahami perbedaan Hak dan Kewajiban, salah menempatkan sebagian besar kartu gambar. |
| Toleransi dan Sikap Sosial |
Menunjukkan sikap ramah, mau berteman dan berbagi barang dengan seluruh teman kelas tanpa membeda-bedakan. |
Mau berbagi barang, namun sesekali menunjukkan keengganan berinteraksi dengan teman tertentu di luar kelompoknya. |
Menolak berbagi barang secara adil, bersikap egois, atau membedakan teman dalam interaksi kelas. |