MODUL 6

Tanggap Kekerasan dan Cara Meminta Bantuan

I. INFORMASI UMUM

Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Fase / Kelas Fase F / Kelas 12 SMALB (Tunarungu)
Elemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Alokasi Waktu 2 Pertemuan (4 x 40 Menit)
Profil Pelajar Pancasila Mandiri, Bernalar Kritis, Gotong Royong
Model Pembelajaran Direct Instruction & Simulasi Komunikasi Darurat (*Role Playing*)
Media Utama Kartu Kontak Darurat, Poster Orang Kepercayaan, Templat Pesan Bantuan, Video Isyarat "TOLONG"

II. KOMPONEN INTI

A. Capaian & Tujuan Pembelajaran (ATP)

Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mampu menerapkan hak dan kewajiban serta menjaga diri dari kekerasan dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran (ATP):

🚨 Pemahaman Bermakna:
Jika kamu mengalami atau melihat tindakan kekerasan (dipukul, diancam, atau disakiti), kamu HARUS berani meminta bantuan! Ada guru, orang tua, dan pihak berwenang yang siap melindungimu.

B. Pertanyaan Pemantik

  1. Siapa orang dewasa di sekolah yang bisa kamu temui jika ada bahaya?
  2. Bagaimana cara menunjukkan isyarat atau mengirim pesan tulisan saat butuh bantuan cepat?

III. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1: Mengenal Pihak Penolong & Kartu Darurat (2 x 40 Menit)

  1. Pendahuluan (10 Menit):
    • Guru menyapa siswa dengan isyarat dan kontak mata yang jelas.
    • Pemeriksaan Alat Bantu Dengar (ABD).
    • Guru mengenalkan simbol darurat (🚨 SOS) dan gerakan isyarat 🤟 "TOLONG".
  2. Kegiatan Inti (60 Menit):
    • Identifikasi Orang Kepercayaan (*Safe Adults*): Mengamati gambar poster orang-orang yang tepat untuk dimintai bantuan (Guru BK, Wali Kelas, Kepala Sekolah, Satpam Sekolah, Orang Tua, Polisi).
    • Membuat Kartu Darurat Diri (*Emergency Card*): Setiap siswa mengisi kartu saku berisi:
      • Nama Siswa & Alamat.
      • Nomor HP Orang Tua/Wali (WhatsApp).
      • Nomor Kontak Sekolah/Guru.
      • Tulisan Singkat: "Saya Tunarungu. Saya butuh bantuan!"
  3. Penutup (10 Menit): Menyimpan Kartu Darurat di dalam saku/tas sekolah siswa sebagai kelengkapan wajib.

Pertemuan 2: Simulasi Meminta Bantuan Darurat (2 x 40 Menit)

  1. Pendahuluan (10 Menit): Mengulas penggunaan Kartu Darurat dari pertemuan sebelumnya.
  2. Kegiatan Inti (60 Menit):
    • Latihan Komunikasi Darurat 3 Cara:
      • Cara 1 (Isyarat & Gestur): Melakukan isyarat "TOLONG" dengan lambaian tangan atau isyarat internasional keselamatan (*Signal for Help*).
      • Cara 2 (Pesan Singkat WA/SMS): Melatih mengetik template cepat di ponsel: "Pak/Bu, TOLONG saya di [Lokasi]!"
      • Cara 3 (Menunjukkan Kartu/Tulisan): Berlari menemui Satpam/Guru dan menyerahkan kartu tulisan darurat.
    • Simulasi Bermain Peran (*Role Playing*):
      • *Skenario:* Siswa disakiti/diancam oleh orang asing atau teman lain. Siswa memperagakan lari ke ruang Guru/Satpam, menunjukkan Kartu Darurat, dan mengisyaratkan kejadian secara singkat.
  3. Penutup (10 Menit): Refleksi akhir: "Meminta bantuan bukan penakut, melainkan tindakan pemberani untuk menjaga keselamatan!" Doa dan salam penutup.

IV. ASESMEN / PENILAIAN

1. Asesmen Sikap & Kesiapsiagaan

Indikator Sikap Kriteria Pengamatan
Kewaspadaan Paham kapan harus segera lari dan mencari bantuan saat dalam bahaya.
Kemandirian Mampu menunjukkan Kartu Darurat dan media perantara pesan secara mandiri.

2. Rubrik Penilaian Unjuk Kerja (Simulasi Meminta Bantuan)

Kriteria Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Perlu Bimbingan (1)
Kelengkapan Kartu Darurat Mengisi seluruh data kartu darurat (nama, nomor kontak orang tua, sekolah) dengan benar. Data kartu darurat terisi, namun ada 1 informasi yang kurang lengkap. Kartu darurat terisi hanya dengan bantuan penuh guru. Tidak mampu/enggan membuat kartu darurat.
Praktik Meminta Bantuan Darurat Mampu memperagakan lari ke orang kepercayaan, menunjukkan isyarat/kartu/pesan darurat secara sigap dan jelas. Memperagakan minta bantuan dengan benar, namun reaksi masih agak lambat. Hanya mampu menunjukkan kartu darurat tanpa melakukan isyarat/pesan. Bingung/pasif dan tidak tahu harus berbuat apa saat bahaya.

V. LAMPIRAN: MEDIA PANDUAN VISUAL SISWA

🆘 Kartu Pintar: Langkah Meminta Bantuan Darurat

  1. 🏃‍♂️ Langkah 1 (LARI): Segera berlari menjauh dari bahaya/orang yang melakukan kekerasan.
  2. 👥 Langkah 2 (CARI ORANG TEPAT): Lari menuju Guru, Satpam, Orang Tua, atau Polisi.
  3. 🎴 Langkah 3 (TUNJUKKAN KARTU / PESAN): Serahkan Kartu Darurat atau tunjukkan tulisan:
    "TOLONG SAYA! Saya Tunarungu. Ada bahaya / kekerasan!"
  4. 📱 Langkah 4 (KIRIM PESAN): Kirim pesan WhatsApp cepat ke Orang Tua / Guru.