Pembelajaran dimulai dengan **Pengalaman Tubuh/Kinestetik** (meregangkan jari untuk JENGKAL, melangkah untuk LANGKAH), lalu ditransisikan secara visual ke **Alat Ukur Baku**. Guru menegaskan titik awal pengukuran dari angka **0 (Nol)** pada penggaris/meteran melalui demonstrasi Isyarat & Visual yang jelas.
Salam isyarat, mengenalkan gerakan jari tangan untuk isyarat "JENGKAL" dan langkah kaki untuk "LANGKAH".
Praktik mengukur benda menggunakan tubuh:
Refleksi bersama mengenai kelebihan dan keterbatasan menggunakan jengkal/langkah.
Mengenalkan penggaris 30 cm, isyarat "PENGGARIS", dan menunjukkan angka 0 serta tulisan "cm".
Eksplorasi penggunaan alat ukur baku penggaris:
Pemeriksaan acak hasil ukur pensil oleh guru dan memberikan umpan balik positif.
Mengenalkan meteran pita/roll, isyarat "METERAN", dan menjelaskan fungsi meteran untuk benda yang lebih panjang dari penggaris.
Praktik mengukur benda besar secara berpasangan:
Menyimpulkan bahwa meteran lebih mudah dipakai untuk mengukur benda yang sangat panjang.
Pengarahan pos-pos pengukuran di dalam kelas (Pos Jengkal, Pos Penggaris, Pos Meteran).
Pelaksanaan tes unjuk kerja bergilir (Rotating Station):
Ulasan hasil pengukuran, apresiasi terhadap kerapian dan ketelitian siswa, penutupan Modul 5.
Petunjuk: Berikan tanda centang (✔) sesuai tingkat kemandirian respon siswa!
| No | Indikator Unjuk Kerja Matematika | Mandiri (M) | Dengan Bantuan (B) | Belum Mampu (BM) |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengukur panjang benda menggunakan satuan tidak baku (jengkal & langkah) | ✔ | ||
| 2 | Menempatkan titik nol (0) penggaris/meteran dengan tepat di ujung awal benda | ✔ | ||
| 3 | Membaca dan mencatat hasil pengukuran penggaris dalam satuan sentimeter (cm) | ✔ | ||
| 4 | Menggunakan meteran untuk mengukur benda panjang dalam satuan meter (m) | ✔ |
Mengetahui,
Kepala SLBN Prof. Dr. Sri Soedewi
Budi Surono, S.Pd.
NIP. 197103291997021002
Wali Kelas 5 SDLB Tunarungu
Ika Thalia Nissa, M.Si.
NIP. 199610202025212074