Logo

Modul Ajar 4 Muatan Lokal (Pertanian Lahan Sempit)

Pendekatan Deep Learning (Mindful, Meaningful, & Joyful Learning)

A. Identitas Umum Modul

Nama Penyusun : Solbi, S.Pd. M.Pd.
Satuan Pendidikan : SMPLB Tunarungu
Mata Pelajaran / Materi : Muatan Lokal (Mulok) / Pertanian Lahan Sempit
Fase / Kelas / Smt : D / VIII (Delapan) / Semester 2
Jenis Kekhususan : Tunarungu (Hambatan Pendengaran & Komunikasi Visual)
Elemen Capaian : 6. Pertanian Vertikal dan Hidroponik Sederhana
Topik Utama : Inovasi Bercocok Tanam di Lahan Terbatas melalui Kebun Vertikal (Vertical Garden) & Sistem Hidroponik Sederhana (Sistem Sumbu/Wick System Botol Bekas)
Alokasi Waktu : 2 x Pertemuan (8 JP @ 35 Menit = 280 Menit)

B. Profil Pelajar Pancasila & Akomodasi Khusus

  • Profil Pelajar Pancasila: Mandiri, Kreatif, Bernalar Kritis.
  • Akomodasi Tunarungu:
    • Penggunaan Bahan Daur Ulang Realia: Botol Plastik Bekas 1.5L, Kain Flanel (Sumbu), Rockwool/Kain Perca, Pipa PVC Gantung, dan Nutrisi AB Mix Cair.
    • Kartu Perakitan Visual Step-by-Step (Sistem Wick Botol Bekas): Potong Botol 1:2 $\rightarrow$ Lubangi Tutup $\rightarrow$ Pasang Sumbu Flanel $\rightarrow$ Isi Air Nutrisi $\rightarrow$ Masukkan Bibit Tanaman.
    • Isyarat BISINDO untuk kata kunci Teknik Tanam: "Vertikal/Menyusun Ke Atas", "Hidroponik/Tanpa Tanah", "Air Nutrisi", "Sumbu Flanel", "Botol Bekas", dan "Hemat Tempat".
    • Formasi tempat duduk melingkar di area dinding vertikal sekolah agar semua demonstrasi perakitan terlihat jelas tanpa terhalang.

C. Capaian & Tujuan Pembelajaran (Deep Learning)

Capaian Pembelajaran (CP): Peserta didik mampu mengenal dan mempraktikkan teknik pertanian pada lahan terbatas melalui kebun vertikal atau hidroponik sederhana dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.

Tujuan Pembelajaran (TP) Indikator Ketercapaian (IKTP) Dimensi Deep Learning
1. Mengenal Konsep Kebun Vertikal & Hidroponik
Mengidentifikasi kebun vertikal (menata tanaman bertingkat) dan hidroponik sederhana (bercocok tanam dengan media air nutrisi).
Membedakan foto kebun vertikal, hidroponik wick system, dan tanam tanah konvensional secara tepat. Mindful & Meaningful
2. Membuat Sistem Hidroponik Wick Botol Bekas
Terampil merakit modul hidroponik sederhana dari botol plastik bekas dan kain flanel sesuai petunjuk gambar visual.
Merakit modul hidroponik sumbu botol bekas secara mandiri dan rapi. Meaningful Learning
3. Mempraktikkan Menanam & Menata Vertikal
Terampil memindahkan bibit kangkung/bayam ke modul hidroponik dan menata botol di rak/dinding vertikal kelas.
Menanam bibit pada media hidroponik dan menyusunnya pada rak vertikal secara tertib. Joyful Learning

D. Materi Pokok & Media Visual

  • Pertanian Vertikal (Vertical Garden):
    • Bercocok tanam dengan memanfaatkan bidang tegak (dinding, pagar, rak bertingkat). SANGAT COCOK untuk lahan sangat sempit.
  • Hidroponik Sederhana (Wick System / Sistem Sumbu):
    • Teknik menanam TANPA TANAH, menggunakan air yang dicampur nutrisi tanaman.
    • Air naik ke akar tanaman memanfaatkan kapilaritas kain flanel (sumbu).
  • Langkah Merakit Hidroponik Botol Bekas:
    • 1. Potong botol plastik bekas menjadi 2 bagian (bagian atas & bagian bawah).
    • 2. Lubangi tutup botol, selipkan kain flanel sebagai sumbu penyerap air.
    • 3. Balikkan bagian atas botol (posisi corong di bawah) dan tumpukkan ke bagian bawah botol.
    • 4. Isi bagian bawah dengan air nutrisi, dan bagian atas dengan bibit tanaman + sekam/rockwool.

Media Pembelajaran Visual: Botol Plastik Bekas 1.5L, Gunting/Cutter Keamanan, Kain Flanel Warna, Nutrisi AB Mix, Rockwool/Sekam, Bibit Kangkung/Bayam, Rak Vertikal Dinding, Kartu Perakitan Visual, Flashcard BISINDO.

E. Langkah-Langkah Pembelajaran Berpendekatan Deep Learning

Pertemuan 1: Mengenal Kebun Vertikal & Merakit Hidroponik Botol Bekas (4 JP @ 35 Menit = 140 Menit)

1. KEGIATAN AWAL: Mindful Learning (10 Menit)

  • Salam Isyarat & Pengondisian: Guru menyapa siswa dengan isyarat berkebun ceria dan memperlihatkan modul hidroponik botol bekas yang sudah jadi dan tumbuh kangkung segar.
  • Mindful Visual Observation: Siswa mencermati bagaimana air dari bagian bawah botol bisa meresap naik melalui kain flanel menuju akar kangkung.
  • Apersepsi Visual: Guru menunjukkan botol kosong bekas minum: "Botol bekas ini jangan dibuang! Kita bisa ubah jadi pot cantik hemat tempat tanpa tanah!". Siswa merespon dengan antusias.

2. KEGIATAN INTI: Meaningful Learning (50 Menit)

  • Eksplorasi Kartu Urutan Rakit: Siswa mencermati 5 langkah perakitan hidroponik wick system pada papan panduan visual.
  • Praktik Merakit Botol Hidroponik: Siswa memotong botol plastik bekas (dengan pengawasan keselamatan guru), merangkai kain flanel pada tutup botol, dan menggabungkan kedua bagian botol.
  • Pencampuran Air Nutrisi: Siswa mengukur dan mencampurkan 5 ml Nutrisi AB Mix ke dalam 1 liter air bersih, lalu mengisikannya ke bagian bawah botol.

3. KEGIATAN PENUTUP: Joyful Reflection (10 Menit)

  • Cek Kelancaran Sumbu Flanel: Siswa memastikan kain flanel sudah terbasahi air nutrisi secara merata.
  • Apresiasi Isyarat: Tepuk tangan isyarat (melambaikan kedua tangan) atas keberhasilan merakit alat hidroponik.

Pertemuan 2: Penanaman Bibit Hidroponik & Penataan Kebun Vertikal (4 JP @ 35 Menit = 140 Menit)

1. KEGIATAN AWAL: Mindful Recall (10 Menit)

  • Mengulas kembali cara kerja sumbu flanel hidroponik dari pertemuan sebelumnya.
  • Penyampaian tujuan: "Hari ini kita menanam bibit kangkung di hidroponik botol dan gantung di dinding vertikal kelas!"

2. KEGIATAN INTI: Joyful & Experiential Learning (50 Menit)

  • Praktik Menanam Bibit Hidroponik: Siswa mengambil bibit kangkung dari tempat semai, membalut akarnya dengan rockwool/sekam basah, lalu memasukkannya ke corong bagian atas botol.
  • Penataan Kebun Vertikal (Vertical Garden): Siswa mengikatkan tali/kawat gantung pada botol hidroponiknya dan menyusunnya di rak/dinding kawat bertingkat sekolah secara estetis.
  • Pemberian Label Nama: Siswa menempelkan stiker nama dan tanggal tanam hidroponik pada botol masing-masing.

3. KEGIATAN PENUTUP: Deep Commitment (10 Menit)

  • Refleksi Inovasi Hijau: Siswa menempelkan stiker "Petani Modern Kebun Vertikal" dan berjanji akan memeriksa ketinggian air nutrisi di botolnya setiap hari.

F. Asesmen & Penilaian Pembelajaran

Formatif: Keterampilan Merakit Botol Hidroponik Wick System, Ketepatan Pencampuran Air Nutrisi, dan Keberhasilan Menanam & Menata Kebun Vertikal.

Rubrik Penilaian Unjuk Kerja (Mulok - Pertanian Lahan Sempit Modul 4):

Indikator Penilaian Skor 4 (Sangat Baik) Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Merakit Hidroponik Sumbu Sangat tepat, aman, dan rapi merakit botol bekas dan kain flanel sesuai alur gambar visual. Mampu merakit hidroponik sumbu dengan tepat. Merakit hidroponik dengan bantuan arahan langsung guru. Belum mampu merakit modul hidroponik.
Pencampuran Nutrisi Air Sangat tepat mengukur racikan nutrisi AB Mix dengan air sesuai takaran secara mandiri. Mampu mencampur air nutrisi dengan tepat. Mencampur air nutrisi dengan bantuan takaran dari guru. Belum mampu mencampur nutrisi air.
Penanaman & Penataan Vertikal Sangat terampil menanam bibit pada rockwool dan menata botol pada dinding vertikal secara mandiri. Mampu menanam bibit dan menata botol vertikal dengan baik. Menata botol vertikal dengan pendampingan langsung guru. Belum mampu menata kebun vertikal.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Budi Surono, S.Pd.

NIP. 197103291997021002

Jambi, Juli 2026

Guru Kelas

Solbi, S.Pd. M.Pd.

NIP. 196910161997021002