I. Informasi Umum
| Nama Penyusun | : | Solbi, S.Pd., M.Pd. |
| Satuan Pendidikan | : | SMPLB Tunarungu |
| Mata Pelajaran | : | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas / Smt | : | Fase D / Kelas VIII (Delapan) / Semester 2 |
| Elemen / CP | : | Berbicara dan Mempresentasikan / Berbicara santun sesuai konteks dan menyampaikan informasi. |
| Materi Pokok | : | Berbicara Santun (Ungkapan Ajaib) & Menceritakan Pengalaman Pribadi dengan Ekspresi & Gestur Tepat |
| Alokasi Waktu | : | 4 Pertemuan (4 x 2 JP @35 Menit) |
| Profil Pelajar Pancasila | : | Berakhlak Mulia (Kesantunan), Mandiri, Percaya Diri, Bergotong Royong |
| Target Peserta Didik | : | Peserta Didik dengan Hambatan Pendengaran (Tunarungu) |
| Sarana & Prasarana | : | Kartu Ungkapan Santun ("Kata Ajaib": Tolong, Terima Kasih, Maaf, Permisi), Cermin Ekspresi Mimik, Kartu Foto Pengalaman Pribadi, Papan Dialog Visual |
II. Komponen Inti
A. Tujuan Pembelajaran (TP)
- Peserta didik mampu menggunakan ungkapan/bahasa santun (Tolong, Terima kasih, Maaf, Permisi) dalam interaksi komunikasi sehari-hari.
- Peserta didik mampu menceritakan pengalaman pribadi sederhana secara sistematis dan jelas (melalui ujaran oral/isyarat/tulisan).
- Peserta didik mampu menunjukkan ekspresi wajah (mimik) dan gesture (isyarat/gerak tubuh) yang tepat dan santun saat berkomunikasi.
B. Pemahaman Bermakna
Menggunakan kata santun yang disertai ekspresi wajah ramah dan gestur tepat membantu siswa tunarungu membangun hubungan sosial yang harmonis dan percaya diri dalam menyampaikan perasaan maupun cerita pribadi.
C. Pertanyaan Pemantik
"Apa kata yang kamu ucapkan saat meminta bantuan teman? Bagaimana raut wajahmu saat menceritakan hal yang menyenangkan?"
III. Integrasi Pendekatan Deep Learning
1. Mindful Learning (Pembelajaran Kesadaran Penuh)
Melatih siswa secara sadar menyelaraskan antara kontak mata, gerak bibir (artikulasi), gerakan tangan (isyarat), dan ekspresi wajah di depan cermin agar pesan yang disampaikan terasa ramah dan beretika.
2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Mendorong siswa mempraktikkan kata santun langsung pada situasi nyata di lingkungan sekolah (seperti meminjam alat tulis, meminta maaf saat berbuat salah, dan berterima kasih).
3. Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)
Mengadakan simulasi "Role-Play Tokoh Santun" dan "Panggung Cerita Pengalamanku" menggunakan papan foto dan aksesoris ekspresi gembira.
IV. Kegiatan Pembelajaran
| Tahapan | Kegiatan Pembelajaran (Menyesuaikan Karakteristik Tunarungu) |
|---|---|
| Pendahuluan (10 Menit) |
|
| Kegiatan Inti (40 Menit) Focus: Deep Learning |
1. Mindful Expression & Polite Words (Eksplorasi):
2. Meaningful Situation Role-Play (Elaborasi):
3. Joyful Presentation "Cerita Pengalamanku" (Konfirmasi):
|
| Penutup (10 Menit) |
|
V. Asesmen Pembelajaran
- Asesmen Formatif: Unjuk kerja ketepatan memperagakan 4 kata ajaib santun dalam simulasi role-play.
- Asesmen Sumatif: Mempresentasikan cerita pengalaman pribadi di depan kelas dengan bahasa lisan/isyarat dan ekspresi yang tepat.
- Rubrik Penilaian:
- Penggunaan Bahasa Santun: Tepat & Konsisten (3), Cukup Tepat (2), Perlu Bimbingan (1)
- Kesesuaian Ekspresi & Gestur: Sangat Sesuai (3), Cukup Sesuai (2), Kurang Sesuai (1)
- Kelancaran Menceritakan Pengalaman: Runtut & Percaya Diri (3), Cukup Runtut (2), Masih Ragu (1)
Mengetahui,
Kepala Sekolah
Budi Surono, S.Pd.
NIP. 197103291997021002
Jambi, Juli 2026
Guru Kelas
Solbi, S.Pd., M.Pd.
NIP. 196910161997021002